Anak Susah Makan Jangan Dibiarkan! Ini 10 Cara Mengatasi yang Tepat

Anak susah atau tidak mau makan kerap menjadi tantangan yang harus dihadapi para orangtua. Padahal, di masa pertumbuhan seperti ini asupan gizi anak sekolah dari makanan harus dipenuhi dengan baik, guna mendukung perkembangannya. Sebelum tarik urat, cari tahu dulu sebenarnya apa penyebab anak susah makan serta cara menghadapinya yang tepat.

Apa penyebab anak susah makan?
masalah makan pada anak

Menolak makan sebenarnya merupakan fase normal yang akan dilalui setiap anak sekaligus Anda sebagai orangtua, tak terkecuali di masa perkembangan anak 6-9 tahun.

Alasan utama anak tidak mau makan sama sekali biasanya karena memiliki “ketakutan” tersendiri mengenai makanan tersebut.

Ketakutan tersebut bisa karena aroma, bentuk, tampilan, tekstur, atau rasa makanan yang masih baru baginya.

Kondisi ini biasanya dialami oleh anak yang baru saja hendak mencoba makan jenis makanan baru atau pernah mencobanya tapi tidak suka.

Kekhawatiran tersebutlah yang kemudian membuat anak pilih-pilih makan.

Tindakan tersebut seolah menjadi bentuk pertahanan bagi dirinya dalam memilah makanan, meski sebenarnya yang Anda sajikan yakni makanan sehat untuk anak.

Sayangnya, hal tersebut secara tidak langsung justru membuat variasi makanan anak menjadi lebih terbatas, sehingga berpengaruh pada kecukupan nutrisi hariannya.

Selain itu, penyebab anak tidak mau makan juga bisa karena nafsu makannya yang kerap berubah-ubah di usia ini, terutama saat mencoba makanan baru.

Kondisi anak tidak mau makan juga bisa dikarenakan ia sedang sakit atau mengalami kondisi medis tertentu.

Berikut beberapa hal penyebab nafsu makan anak hilang sehingga susah makan:

Anak susah makan karena diare
Jika biasanya nafsu makan anak tergolong baik tapi tiba-tiba jadi susah makan bisa jadi ia mengalami infeksi virus atau bakteri.

Perhatikan apakah anak sering bolak-balik ke kamar mandi dan mengeluhkan sakit perut berulang kali.

Apabila anak mengalami kondisi tersebut, kemungkinan besar penyebab anak susah makan adalah diare, terutama apabila anak hobi jajan sembarangan.

Sembelit
Sembelit atau konstipasi adalah kondisi ketika proses buang air besar (BAB) anak tidak lancar seperti biasanya.

Sembelit berkebalikan dengan diare yang membuat pengidapnya bisa BAB dalam frekuensi yang sering.

Ketika anak mengalami sembelit, frekuensi buang air besarnya bisa sangat jarang. Bahkan, anak bisa hanya sekitar 3 kali dalam seminggu buang air besar.

Dalam kondisi ini, tidak menutup kemungkinan anak jadi lebih susah makan, bahkan enggan mencoba jenis makanan baru.

Eosinophilic esophagitis
Eosinophilic esophagitis adalah kondisi ketika sel darah putih (eosinofil) yang seharusnya bertugas menangkal alergi, justru menumpuk di kerongkongan (esofagus).

Hal ini bisa dipicu oleh respons terhadap agen peyebab alergi (alergen).

Kebanyakan anak yang memiliki esofagitis biasanya alergi terhadap beberapa jenis makanan atau hal lain, misalnya susu, kacang-kacangan, telur, serbuk bunga, dan lain sebagainya.

Esofagitis menimbulkan gejala berupa pembengkakan pada tenggorokan sehingga terasa sakit saat menelan makanan.

Intoleransi makanan
Intoleransi makanan adalah kondisi ketika tubuh tidak memiliki kemampuan untuk mencerna zat tertentu yang terkandung di dalam makanan atau minuman.

Penting untuk dipahami kalau kondisi ini berbeda dengan alergi makanan, yang disebabkan oleh reaksi sistem imun.

Ketidakmampuan tubuh dalam mencerna makanan inilah yang kemudian menimbulkan berbagai gejala. Meliputi sakit perut, mual, dan lainnya.

Inilah yang akhirnya membuat anak menolak bahkan tidak mau makan sama sekali. Berbagai makanan yang bisa mengakibatkan intoleransi meliputi laktosa, gandum, serta gluten.

Gangguan organ ginjal dan hati
Beragam penyakit yang memengaruhi fungsi organ ginjal, hati, maupun organ lainnya bisa mengakibatkan anak susah makan.

Konsultasikan dengan dokter guna mencari tahu penyebab pasti yang dialami si kecil.

Bagaimana cara mengatasi anak yang susah makan?
anak susah makan kasih suplemen

Pendekatan yang harus dilakukan untuk membantu mengatasi masalah anak tidak mau makan bisa berbeda-beda tergantung dari karakteristik anak tersebut.

Jika orangtua bisa bicara ke anak dengan nyaman, coba tanyakan apa masalah dan keluhan yang sedang mereka rasakan. Di sisi lain, perhatikan juga apa jenis makanan favorit dan makanan yang kurang disukai anak.

Saat anak susah makan, mungkin ia bosan dengan makanan harian, atau memang memiliki keluhan tersendiri.

Keluhan atau faktor tersebut yang membuatnya menjadi lebih susah untuk makan.

Secara umum, berikut tips yang bisa Anda lakukan untuk menangani anak yang susah makan:

Berikan makanan dalam porsi kecil tapi sering
Memberikan anak makanan dalam porsi besar saat dirinya sedang susah makan tentu membuat ia hanya bisa makan dalam porsi sedikit.

Bahkan, anak mungkin semakin susah makan karena enggan untuk menyentuh makanannya.

Ketimbang harus menyajikan makanan dalam porsi besar tapi tidak habis, cobalah porsi makan anak tidak berlebihan tapi cukup sering.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) menganjurkan untuk memberi jarak minimal tiga jam sebelum masuk ke waktu makan selanjutnya.

Dengan begitu, anak akan lebih merasakan kapan lapar dan kapan kenyang. Hal ini membuat porsi makannya lebih pas saat waktu makan tiba.

Jika diterapkan secara rutin, cara ini setidaknya dapat membantu mengatur jadwal makannya sehingga lama-kelamaan, masalah anak susah makan bisa teratasi dengan baik.

Buat waktu makan yang teratur bila anak susah makan
Sebaiknya, biasakan anak untuk makan tiga kali makanan utama dan dua kali makanan selingan di antara waktu makan utama.

Ini juga sekaligus mengajarkan anak tentang rutinitas. Dengan begitu, anak tahu apa yang harus dilakukannya pada waktu-waktu tertentu.

Melansir dari Mayo Clinic, Anda dianjurkan untuk memberi anak makan sesuai jadwal. Jika anak Anda terlalu lelah, mungkin ia akan memilih untuk tidur dan menolak makan.

Hal ini membuatnya jadi susah makan. Sebaiknya, berikan makanan kecil atau susu sebelum anak tidur siang.

Minta setiap orang yang ada di rumah atau yang mengasuh anak Anda mengikuti rutinitas Anda ini untuk diterapkan pada anak.

Sajikan makanan dengan tampilan yang menarik
Menyiasati sajian makanan juga bisa menjadi jalan tempuh sebagai cara mengatasi anak yang susah makan.

Jika selama ini Anda terbiasa dengan memberikan anak makan dengan tampilan biasa, kini coba cara lain untuk menyajikan makanan.

Sebagai contoh, berikan anak sepiring makanan dengan tampilan yang menarik dengan membentuk nasi menjadi berbentuk wajah, kemudian menggunakan sayur dan lauk sebagai pemanisnya.

Anda bisa membentuk sayur wortel menjadi sebuah mahkota, atau timun sebagai rumputnya.

Berkreasilah dengan cara Anda sendiri untuk menemukan variasi tampilan yang menarik di piring makan anak.

Cara ini juga bisa diterapkan bila anak sedang sakit dan tidak mau makan sama sekali.

mengajari anak makan sehat

Variasikan makanan dengan beragam rasa
Selain itu, saat menyajikan makanan selingan di siang dan sore hari, Anda bisa menawarkan rasa makanan yang gurih dan buah-buahan yang manis.

Terkadang, anak tidak mau makan karena bosan dengan rasa satu makanan yang itu-itu saja dan ingin mencoba rasa makanan lain yang baru.

Semakin banyak variasi makanan yang dimakan anak, tentu akan melengkapi nutrisi yang dibutuhkan anak.

Namun, jangan pernah menjanjikan makanan manis untuk anak sebagai hadiah.

Orangtua biasanya akan menawarkan makanan manis sebagai hadiah jika anak menghabiskan makanannya atau jika anak makan sayur.

Hal ini akan membuat ketertarikan anak dengan makanan lain selain makanan manis berkurang.

Variasikan dengan makanan favorit anak saat susah makan
Saat anak sedang sakit dan tidak mau makan, Anda bisa memancing nafsu makan anak dengan memberikan makanan-makanan kesukaannya.

Campurkan makanan favoritnya dengan jenis makanan lain agar asupan nutrisi anak lebih beragam.

sumber;tanya doktor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *